film Indonesia 3 hati Dua dunia Satu cinta

Aktor  :  Reza Rahadian, Laura Basuki

Sutradara  :  Benni Setiawan

Pemeran film 3 hati Dua dunia Satu cinta:

  • Rosid – Reza Rahardian
  • Delia – Laura Basuki
  • Nabila – Arumi Bachsin
  • Ayah Rosid (Mansur) – Rasyid Karim
  • Ibu Rosid (Muzna) – Henidar Amroe
  • Ayah Delia (Frans) – Robby Tumewu
  • Ibu Delia (Martha) – Ira Wibowo
  • Ayah Nabila – Muhammad Assegaf
  • Ibu Nabila – Gesi Selvia

Deskripsi film 3 hati Dua dunia Satu cinta:

sebuah film yang mengangkat permasalahan cinta yang sering muncul di kalangan masyarakat Indonesia.  Kali ini berfokus pada masalah perbedaan agama antara dua sejoli yang saling mencintai, Rosid dan Delia.  Perbedaan keyakinan ini menjadi sumber konflik yang tidak hanya melibatkan sepasang kekasih ini, namun juga keluarga mereka dan masyarakat sekitar.  Rasa cinta mereka terus menerus diuji dengan perbedaan doktrin, prinsip hidup, serta norma-norma ketuhanan yang dipandang secara berbeda.  Belum lagi tekanan dari masyarakat yang menganggap hubungan mereka sebagai suatu hal yang negatif sebelum salah satu dari mereka mengubah keyakinannya.

Film ini menunjukkan potret real kehidupan percintaan di masyarakat kita, yang mungkin anda sendiri juga pernah mengalaminya.  Hubungan yang serba dilematis di mana kita dituntut untuk mengorbankan salah satu hal yang sangat kita cintai, keyakinan atau sang kekasih.  Adakah jalan tengah atau solusi yang bisa membuat mereka bisa mempertahankan cintanya sekaligus menjaga keyakinannya?  Saksikan saja filmnya jika anda penasaran.

Sipnopis  film 3 hati Dua dunia Satu cinta:

Diceritakan dalam film tersebut tentang cinta sepasang remaja yang berbeda keyakinan antara Rosid dan Delia. Rosid adalah seorang seniman keturunan Arab sedangkan Delia adalah seorang penganut Katolik. Film ini diangkat dari sebuah novel berjudul “The Da Peci Code”. Dalam film ini tokoh Rosid yang kribo diperankan oleh Reza Rahadian. Dalam film ini juga turut bermain Laura Basuki dan Arumi Bachsin.

Usaha musuh-musuh Islam untuk mengalahkan kaum muslimin begitu kreatif. Anak-anak muda yang cenderung suka having fun dicekoki dengan film yang mengarahkan ke tujuan tertentu. Tak bisa meraih tujuan dengan cara biasa, maka diambillah langkah tak biasa. Toleransi semu yang seringkali digembar-gemborkan misalnya ajakan untuk merayakan hari raya agama lain tak berhasil, maka dicarilah cara lain. Salah satunya adalah dengan memberikan topik ringan yang disuka kaum muda yaitu tema cinta.

Toleransi semu yang melibatkan perasaan, seringkali menjebak banyak kaum muda. Jiwa muda yang menggelora dan meledak-ledak apalagi untuk urusan cinta menjadi begitu mudah dimanipulasi. Sudah pada dasarnya orang yang jatuh cinta itu seringkali logikanya meluncur ke level paling rendah, ditambah lagi dengan cinta buta terhadap lawan jenis beda keyakinan. Top dah, cinta buta bin tolol yang pernah ada di dunia.

Pemurtadan terselubung;

Banyak kasus terjadi, laki-laki tidak bisa membuat istrinya yang beda agama agar mau memeluk Islam. Sebaliknya, si suami malah terseret murtad karena bujuk rayu mulut perempuan non muslim yang telah menjadi istrinya itu. Si suami pun mudah tergoda dengan alasan demi keutuhan rumah tangga dan anak-anak. Bukannya menyelamatkan keluarga dari siksa api neraka seperti yang diperintahkan dalam Al-Quran, si suami malah dengan sukarela akhirnya menapak jejak yang mendekatkannya pada neraka jahanam.

Setelah mendapatkan wawasan baru tentang upaya musuh-musuh Islam dalam merusak generasi muda muslim, kamu kudu waspada. Nonton film tersebut sih boleh-boleh saja, tapi kamu kudu siap dengan saringan atau filternya. Apaan tuh filternya? Tentu saja Islam dong. Emang ada filter yang lain selain Islam? Jawabnya tak ada filter yang mampu menyaring sampah-sampah ide kotor semisal toleransi semu ala sekularis kecuali Islam saja.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *