Film Indonesia Ada Cinta di SMA

Deskripsi film ‘Ada Cinta di SMA’:

‘Ada Cinta di SMA’ merupakan film drama remaja garapan Pattrick Effendy dan rumah produksi MVP. Filmnya mengangkat konsep drama remaja dengan bumbu cita-cita dan cinta. Sebelum benar-benar tayang, lebih dulu ‘Ada Cinta di SMA’ diadaptasi ke dalam novel yang sudah dirilis. Dalam filmnya, tiga personel CJR tak hanya akting. Tapi juga mengisi soundtrack-nya. “Makanya pas tahu dia (Iqbaal) mau sekolah ke luar negeri, kami berikan yang terbaik untuk film, buku dan album ini. Jika nanti memenuhi ekspektasi, tentunya kepergian Iqbaal nggak sia-sia,” ujar Kiki lagi.

Sipnopis ‘Ada Cinta di SMA’:

Film ‘Ada Cinta di SMA’ menceritakan tentang Iqbal (Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan) bosan dipandang sebelah mata. Untuk mengubah keadaan, Iqbal siap bertarung dengan Ayla (Caitlin Halderman) dalam pemilihan ketua OSIS periode terbaru. Sayangnya, keputusan Iqbal mencalonkan diri dicibir banyak pihak. Termasuk oleh Aldi (Alvaro Maldini) yang berpikir bahwa berkompetisi menjadi ketua OSIS merupakan sesuatu yang norak. Setelah melihat keseriusan Iqbal, Aldi akhirnya mendukung sahabatnya itu dan berupaya melakukan apa saja demi menghadapi tim sukses lawan yang dipimpin Tara (Gege Elisa).

Di sisi lain, Kiki (Teuku Ryzki) yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai ketua OSIS periode terdahulu berkeinginan kembali mengejar impiannya yang selama ini ia simpan sendiri: menjadi musisi. Bella (Agatha Chelsea) diam-diam selalu memperhatikan Kiki yang sering menghabiskan waktu sendirian untuk membuat lagu.

Otak dan hati sering kali berselisih. Saat otak mengharuskan kita melihat segala sesuatu dari banyak sisi, hati pun pasti ingin didengar dan dituruti. Lalu, bagaimana bila hati selalu hadir di tengah kompetisi pemilihan ketua OSIS? Didukung Aldi, sahabatnya, Iqbal mencalonkan diri menjadi ketua OSIS untuk menggantikan posisi Kiki. Dalam kompetisi itu, Iqbal harus bersaing dengan Ayla, sosok pintar yang berambisi besar untuk menang. Ya, Ayla, gadis cantik yang dulu pernah mengisi ruang di hati Iqbal. Iqbal ingin membuktikan kepada orangtua dan teman-temannya, bahwa ia mampu meski hatinya ingin mengalah. Sementara, Aldi selalu mendukung penuh sahabatnya meski menghalalkan segala cara dan mengabaikan hati kecilnya. Begitu pula Kiki, yang ingin mengikuti kata hatinya untuk fokus menekuni bidang musik setelah dia tak lagi menjabat sebagai ketua OSIS. Lalu, apakah hati bisa menjadi juaranya Kalah bukan pilihan. Menang adalah tujuan.

Penulis: Haqi & Patrick Effendy

Penerbit: Gagas Media

ISBN: N / A

Format: Softcover

Bahasa: Indonesia

Tanggal Terbit:  Agustus – 2016

Jumlah Halaman:  –

Harga Promo: N / A

Baca juga:

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *