Nyai

Nyai  Trailer film Nyai : N/A (tidak tersedia)
Sutradara : Garin Nugroho
Penulis : Garin Nugroho
Pemain : Annisa Hertami
Rudi Corens
Cahwatie
Gunawan Maryanto
Negeri : Indonesia
Bahasa : Bahasa Indonesia

Deskripsi Film Nyai :

Sutradara senior yang telah berkarir selama lebih dari dua dekade, Garin Nugroho, kembali menelorkan karya yang akan menghiasi layar kaca Indonesia. Lewat film Nyai, Garin ingin mengangkat nilai-nilai sejarah Indonesia dengan mengambil latar belakang masa pra-kemerdekaan, sewaktu Sarekat Islam atau kesenjangan antara Belanda dan kaum bumiputera terlihat secara tidak elok. Selain sebagai sutradara, Garin juga menulis sendiri naskah cerita Nyai dan menjadi produser.

Garin mengaku cerita untuk film ini diadaptasi dan terinspirasi dari lima novel: Nyai Isah (1904) karya F. Wiggers, Seitang Koening (1906) karya R. M. Tirto Adhisoerjo, Boenga Roos dari Tjikembang (1927) karya Kwee Tek Hoay, Nyai Dasima (1960) karya S. M. Ardan, dan Bumi Manusia (1980) karya Pramoedya Ananta Toer. Tapi sesungguhnya kerangka cerita dari film “Nyai” ini adalah dari novel “Bumi Manusia” sepenuhnya. Film ini direkam dengan satu shot – satu take dengan durasi 85 menit dan merupakan eksperimen Garin sebagai salah satu perayaan 35 tahun ia berkarya. “Nyai” menyatukan unsur teater dan tari dalam latar rumah tradisional Jawa.

Annisa Hertami Kusumastuti akan berperan sebagai Nyai. Annisa sebelumnya pernah membintangi film Soegija di tahun 2012, Jokowi – 2013, dan Jenderal Soedirman – 2015. Sementara suami Nyai, Willem van Erk akan diperankan oleh Rudi Corens (pemeran film Guru Bangsa: Tjokroaminoto – 2015). Ada pula Cahwatie (Setan Jawa – 2016, Soegija – 2016) dan Gunawan Maryanto (Istirahatlah Kata-kata – 2016, Guru Bangsa: Tjokroaminoto – 2015) yang turut serta dalam film ini. Annisa, yang merupakan Diajeng Jogjakarta 2013 ini mengaku berperan dalam film Nyai ini merupakan hal paling menantang, bagaimana ia memerankan Nyai yang bersuamikan orang Belanda yang sudah tua dan sakit-sakitan.. Proses syuting berlangsung selama 2 hari tanpa ada cut sama sekali.

Film Nyai mengambil latar waktu tahun 1927. Saat itu Nyai menerima tamu dalam jumlah banyak ketika sang suami, pria keturunan Belanda, yang sudah tua sedang berulang tahun dan dalam keadaan sakit. Nyai terkenal tegas dan teliti, menyapa tamu-tamunya mulai dari akuntan culas, aktivis politik, pemusik, dan tokoh agama. Di saat yang bersamaan, masa lalu Nyai yang tragis terungkap termasuk jati dirinya yang sebenarnya. Riwayat hidup Nyai digambarkan melalui adegan keluar masuknya Nyai di pintu ruang tamu rumahnya. Ruang tamu jadi semacam panggung. Saksikan film Nyai di bioskop seluruh Indonesia pada April 2017.

Film Nyai telah beberapa kali tampil di luar negeri. Nyai tayang perdana di Busan International Film Festival, A Window on Asian Cinema, 7-13 Oktober 2016. Kemudian tayang di Torino International Film Festival 2016, Singapore International Film Festival 2016, Rotterdam International Film Festival 2017, dan Goteborg International Film Festival 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *