Stip dan Pensil

Stip dan Pensil
Sutradara : Ardy Octaviand
Penulis : Joko Anwar
Ernest Prakasa
Beno Raja Gukguk
Produser : Manoj Punjabi
Pemain : Ernest Prakasa
Tatjana Saphira
Indah Permatasari
Ardit Erwandha
Tanggal rilis : 19 April 2017

Deskripsi Film Stip dan Pensil :

Film Stip dan Pensil adalah salah satu film kampanye Anti-Bullying di sekolah yang dibalut dengan genre drama komedi. Film ini disutradai oleh Ardy Octaviand (sutradar film “Coklat Stroberi” – 2007 dan “Oh Tidak..!” – 2011) dan diproduseri oleh Manoj Punjabi dari rumah produksi MD Entertainment. Naskah cerita ditulis oleh Joko Anwar (sutradara dan penulis film “Pintu Terlarang” – 2010, “Modus Anomali” – 2012, dan “A Copy of My Mind” – 2015), Ernest Prakasa (sutradara dan penulis film “Ngenest The Movie” – 2015 dan “Cek Toko Sebelah” – 2016) dan stand up comedian Beno Rajagukguk.

Bullying adalah kasus yang kerap terjadi di dalam dunia pendidikan dimana siswa atau siswi mendapat perlakuan kekerasan dari sesama siswa lainnya atau bahkan guru. Kasus ini baru mulai ramai diberitakan oleh media massa sejak sepuluh tahun terakhir atau pasca berakhirnya rezim orde baru karena para korban baru berani melaporkannya kepada polisi. Padahal tindak kekerasan dalam sekolah ternyata sudah terjadi lebih dari lima dekade.

Dalam film ini, stand up comedian, Ernest Prakasa didapuk menjadi pemeran utama. Selain itu film ini juga dibintangi oleh Tatjana Saphira (pemeran utama dalam film “Negeri van Oranje” – 2015), Ardit Erwandha (stand up comedian yang pernah bermain dalam film “Ngenest The Movie” – 2015), dan Indah Permatasari (pemeran dalam fiml “Rudy Habibie” – 2016).

Sinopsis Film Stip dan Pensil :

Film ini berkisah tentang empat orang siswa SMU yang berasal dari keluarga berada yang beranggotakan Toni (diperankan Ernest Prakasa), Aghi (diperankan Ardit Erwandha), Bubu (diperankan Tatjana Saphira), dan Saras (diperankan Indah Permatasari). Mereka selalu menganggap remeh siswa lain, namun hal ini malah membuat mereka justru dibully oleh siswa lainnya bukannya malah ditakuti. Tidak ada yang mau menjadi teman mereka. Keempatnya kemudian membentuk kelompok sendiri untuk menyelesaikan tugas dari guru mereka, Pak Adam (diperankan oleh Pandji Pragiwaksono). Tugasnya adalah membuat laporan tentang kehidupan sosial dalam masyarakat.

Tugas ini cukup menyulitkan mereka karena mereka tidak pernah sekalipun bergaul keluar dari zona nyaman. Mereka kemudian sepakat mengangkat isu pendidikan dari kalangan tidak mampu. Muncul inisiatif untuk mendirikan sekolah di kolong jembatan yang ditujukan untuk anak-anak miskin dari kalangan pemulung, pengemis, dan tuna wisma dengan biaya pribadi dari mereka. Keempatnya kemudian mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan dengan menjadi guru dadakan yang dihargai oleh murid-murid dari kalangan tidak mampu itu. Namun rencana mereka tidak berjalan mulus karena beberapa dari orang tua murid-murid sekolah tersebut yang tidak setuju melihat anaknya bersekolah. Masalah pun muncul silih berganti dan mereka hampi menyerah menghadapinya. Namun Toni, Aghi, Bubu, dan Saras berhasil membuktikan bahwa mereka bukanlah anak orang kaya yang sok dan sombong.

Saksikan bagaimana Toni, Aghi, Bubu, dan Saras membuktikan diri bahwa mereka bukanlah anak orang kaya yang sombong di film “Stip dan Pensil” yang akan mulai tayang pada 19 April 2017 di bioskop-bioskop kesayangan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *